<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9007430399787044519</id><updated>2011-08-02T08:23:26.280-07:00</updated><title type='text'>pratama</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://glassis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9007430399787044519/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://glassis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>andhika pratama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17591033194280173540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9007430399787044519.post-8089731617860298479</id><published>2010-11-04T08:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T08:08:47.392-07:00</updated><title type='text'>topologi jaringan</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://roraito.blogspot.com/2010/11/topologi.html"&gt;topolOgi&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://chintcha.wordpress.com/2009/01/16/macam-macam-topologi-jaringan-pada-komputer/" rel="bookmark" title="Macam-macam topologi jaringan pada komputer"&gt;Macam-macam  topologi jaringan pada&amp;nbsp;komputer&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topolgoi-bus/" rel="bookmark" title="Topolgoi Bus"&gt;Topolgoi&amp;nbsp;Bus&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="entrytext"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_49"&gt;&lt;img alt="bus" class="size-full wp-image-49" height="242" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/bus.gif?w=351&amp;amp;h=242&amp;amp;h=242" title="bus" width="351" /&gt;&amp;nbsp; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;bus&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Pada  topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah   terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.   Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel   BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya   dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini   termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul,   ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung.   Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di   salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu   simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem   client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut   difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut   dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak   digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat   sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang   sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena   mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka   akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.&lt;br /&gt;* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau  penambahan  workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa  mengganggu  workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila  terdapat  gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan  akan  mengalami gangguan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-85"&gt;&lt;/span&gt;Topologi linear bus merupakan topologi yang   banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan   menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network),   maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah   dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel   coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang   dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak   sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface   card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak   mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada   jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan   topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-starbintang/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Star/Bintang"&gt;Topologi&amp;nbsp;Star/Bintang&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Dikirim&amp;nbsp;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized"&gt;Uncategorized&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada  Januari 14, 2009 oleh mheethaa15&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_47"&gt;&lt;img alt="star" class="size-full wp-image-47" height="348" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/1_21_startopology.jpg?w=450&amp;amp;h=348&amp;amp;h=348" title="star" width="450" /&gt;&amp;nbsp; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;star&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Topologi  bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa  konvergensi  dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi  jaringan  bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada  saluran tersebut dan station yang terpaut.&lt;br /&gt;* Tingkat keamanan termasuk tinggi.&lt;br /&gt;* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.&lt;br /&gt;* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan  terhenti.&lt;br /&gt;Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-ringcincin/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Ring/Cincin"&gt;Topologi&amp;nbsp;Ring/Cincin&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Dikirim&amp;nbsp;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized"&gt;Uncategorized&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada  Januari 14, 2009 oleh mheethaa15&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_45"&gt;&lt;img alt="ring" class="size-full wp-image-45" height="319" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/ring.gif?w=432&amp;amp;h=319&amp;amp;h=319" title="ring" width="432" /&gt;&amp;nbsp; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;ring&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Topologi  cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik  terkoneksi ke dua  titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk  cincin. Pada  topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu  titik  mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini  dengan  mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum  jam  secara bersamaan.&lt;br /&gt;Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_cincin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-mesh/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Mesh"&gt;Topologi&amp;nbsp;Mesh&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Dikirim&amp;nbsp;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized"&gt;Uncategorized&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada  Januari 14, 2009 oleh mheethaa15&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_43"&gt;&lt;img alt="mesh" class="size-full wp-image-43" height="306" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/mesh.gif?w=375&amp;amp;h=306&amp;amp;h=306" title="mesh" width="375" /&gt;&amp;nbsp; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;mesh&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Topologi  jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh.  Jumlah  saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah  jumlah  sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan   jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang.   Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam   pengoperasiannya.&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_mesh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-tree/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Tree"&gt;Topologi&amp;nbsp;Tree&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Dikirim&amp;nbsp;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized"&gt;Uncategorized&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada  Januari 14, 2009 oleh mheethaa15&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_40"&gt;&lt;img alt="tree" class="size-full wp-image-40" height="320" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/tree.gif?w=268&amp;amp;h=320&amp;amp;h=320" title="tree" width="268" /&gt;&amp;nbsp; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;tree&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Topologi  Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga  sebagai  topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan  untuk  interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk  hirarki  yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan  semakin  keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis  ini  cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .&lt;br /&gt;Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat   atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain   yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul   pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan   node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus   melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.  Keungguluan  jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya  suatu  kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh,  perusahaan  dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal  pembukuan, serta  pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.  Adapun  kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian  tidak  berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya  juga  menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif  menjadi  lambat.&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/2009/01/14/topologi-linier/" rel="bookmark" title="Permanent link to Topologi Linier"&gt;Topologi&amp;nbsp;Linier&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;Dikirim&amp;nbsp;&lt;a href="http://mheethaa15.wordpress.com/category/uncategorized/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Uncategorized"&gt;Uncategorized&lt;/a&gt;&amp;nbsp;pada  Januari 14, 2009 oleh mheethaa15&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;div class="wp-caption alignnone" id="attachment_38"&gt;&lt;img alt="linier" class="size-full wp-image-38" height="153" src="http://mheethaa15.files.wordpress.com/2009/01/linier.jpg?w=320&amp;amp;h=153&amp;amp;h=153" title="linier" width="320" /&gt;&amp;nbsp; &lt;div class="wp-caption-text"&gt;linier&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Jaringan  komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan  topologi linier  bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama  menghubungkan  tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan  konektor yang  disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus  diakhiri dengan  sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC  (British Naval  Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan  nama kabelnya,  kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial  Thinnet). Installasi  dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan  murah tetapi maksimal  terdiri dari 5-7 Komputer.&lt;br /&gt;Tipe konektornya terdiri dari&lt;br /&gt;1. BNC Kabel konektor —&amp;gt; Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.&lt;br /&gt;2. BNC T konektor —&amp;gt; Untuk menghubungkan kabel ke komputer.&lt;br /&gt;3. BNC Barrel konektor —&amp;gt; Untuk menyambung 2 kabel BNC.&lt;br /&gt;4. BNC Terminator —&amp;gt; Untuk menandai akhir dari topologi bus.&lt;br /&gt;Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier  bus adalah :&lt;br /&gt;* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah  dikembangkan,  tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun  pengurangan terminal  dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang  berjalan.&lt;br /&gt;* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu   lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun   bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.&lt;br /&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_linier&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9007430399787044519-8089731617860298479?l=glassis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://glassis.blogspot.com/feeds/8089731617860298479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://glassis.blogspot.com/2010/11/topologi-jaringan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9007430399787044519/posts/default/8089731617860298479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9007430399787044519/posts/default/8089731617860298479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://glassis.blogspot.com/2010/11/topologi-jaringan.html' title='topologi jaringan'/><author><name>andhika pratama</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17591033194280173540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
